Posts

Showing posts with the label Thoughts

[Life] A Quiet Longing, A Gentle Collapse

Image
Aku sudah lama tidak bicara dengan kepalaku sendiri. Padahal, aku tahu sekali, otakku sangat penuh dan berisik. Entah mengapa, tidak ada kata-kata yang mampu melukiskan kerumitan di dalamnya. Namun, hati ini masih bisa merasa. Dan kerumitan ini hanya membebani, sungguh-sungguh butuh diurai dengan baik. Aku baik-baik saja. Walau sebagian besar jeda membuatku merindu pada banyak hal. Aku rindu pada diriku yang bersuara lantang. Aku rindu pada kata-kata yang dengan mudah terurai setiap hatiku merasa. Aku rindu pada kejujuran yang bisa terungkap lewat mimik muka dan sorot mata. Aku rindu pada nama-nama yang selalu ada. Dan aku rindu pada satu nama yang selalu aku cinta. Aku baik-baik saja. Rasa rindu hadir karena rasa kehilangan, dan rasa itu memang sudah seharusnya ada. Tidak perlu aku matikan karena semua hal yang kurindukan adalah hal yang indah, hal yang menjadikan diriku aku. Alasan yang membuat aku harus kehilangan hal-hal yang kurindukan itu pun juga bisa kujustifikasi dengan baik....

[Thought] Redefining "Kemenangan"

Image
Apa artinya menang? Semua orang punya definisi menangnya sendiri-sendiri.  Untuk aku, menang itu bisa melakukan apa yang aku suka tanpa harus peduli pendapat orang, even orang tuaku sendiri. Menang itu bisa speak up apa yang ada di hati dan tidak menahan apapun, even hal itu tidak menyenangkan untuk didengar. Menang itu bisa bilang "tidak" ketika memang tidak mau melakukan sesuatu, bukannya iya iya saja walau dalam hati kesal sendiri. Menang itu tidak mendefinisikan diriku lewat kacamata orang lain.  Tapi akhir akhir ini aku sering galau, apa iya menang itu seperti itu?? Beberapa kali aku merasa puas ketika bisa bilang apa yg aku mau meski nggak menyenangkan untuk orang lain, tapi kepuasan itu bisa langsung berganti dengan perasaan bersalah. Apa iya apa yang aku lakukan benar? Apakah aku baru saja menyakiti hati orang lain?  Pada akhirnya perasaan menang itu tidak bertahan lama, yang ada malah menyakiti diriku sendiri. Saat itulah aku sadar, ketika aku mengutamakan emosi ...

[Life] Dear Gemini

Image
Dear Gemini, Hanya Tuhan yang benar-benar tahu apa yang terjadi. Dari hari di mana aku mengakui aku patah hati hingga detik ini. Walau komunikasi sudah dimatikan, tapi hidup tetap berjalan. Kau menjadi tumpuan empat kaki dan aku berjalan sendiri.  Jika kau tanya tentang perjalananku, aku berjalan pelan-pelan. Kunikmati pemandangan di sekitarku. Aku tidak banyak berbelok. Aku takut menyimpang dari jalur yang aman. Aku takut tersesat. Aku hanya lurus terus sambil mencari arti dari semua yang terlihat dan terasa. Termasuk rasa rindu untukmu yang datang sesekali menghampiriku.  Ya, ini rahasia besar, tapi aku masih sering rindu. Dan ini kali pertama aku mengungkapkannya setelah terpendam menahun.  Gemini, kukira aku tak akan pernah sembuh. Kuikhlaskan terhantuimu sebagai cobaan Tuhan untukku. Namun, beberapa waktu lalu, Tuhan memberi hadiah yang luar biasa indah padaku. Sebuah titik balik di mana aku bisa sepenuhnya melepasmu. Gemini, kau mengenalku sebagai seorang pejuang y...

[Life] Tentang Pertanyaan di Kepala

Image
Bagaimana ya caranya menjelaskan ini semua?  Banyak hal yang terlalu berantakan di kepalaku yang begitu ingin aku urai dan aku tumpahkan sesederhana mungkin. Karena ya, aku memang membutuhkannya. Sebuah wahana bercerita yang apa adanya, tanpa pretensi. Jika bisa dilengkapi sepasang mata, itu mungkin lebih baik. Tapi yang aku punya adalah sebuah buku harian online yang sudah menemaniku sejak remaja. Jadi aku bisa sedikit berpura-pura bahwa ada sosok yang benar-benar menyimak dan benar-benar peduli. Apa memang hidupku sesepi itu? Bisa iya. Bisa juga tidak. Entahlah. Aku bekerja, setiap hari aku dikelilingi manusia. Aku punya aktivitas rutin sepulang kerja, aku bertemu manusia. Aku bersuara, tapi tidak pernah benar-benar bicara. Mereka yang kulabeli sahabat juga punya hidup mereka. Janji bertemu yang hanya jadi rencana itu sudah biasa. Pertemuan yang berakhir menjadi gambar dan tawa kosong juga sudah biasa. Setidaknya ada kabar, semua baik saja. Apa itu mengganggu? Tidak jug...

[Thought] A Letter to Finta

Image
Dear Finta, First thing first, I want to say that I’m so much thankful to you. I feel so much loved by you. Thank you for saving me. Thank you for putting me above anything that sounds more logical than your final decision. I know, sometimes you like to make verdicts that seem careless and draw criticism from many people, but one thing I believe from you is that you are always fully aware and willing to take responsibility for all your strange choices. And at the end of the day, that’s fine. We know, regret is our number one enemy so thank you for always have the courage to make decisions. Thank you for not allowing anyone to dictate your life. Thank you for always listening to me, letting me feel and going through every emotion in my heart. You allow me to feel the ups and downs and never ignore it or sleep it away. I’m so grateful that you never underestimate every pebble on the road we walk. Thank you for letting me cry until my eyes swollen. Thank you for allowing me to be selfish ...

[Life] Something Called Home

Image
Now I wonder what is it that they call home. I know its not a place. It’s a feeling. That feeling I’m constantly searching for.  A comfort. A state where I know I don’t need to prove anything to be loved. A condition where I feel valued and in top of all, a place where I can feel safe. No body do me any harm. I just don’t feel safe to feel what I’m feeling. I don’t get that time for me to just process these things. I’m not in a rush, yet I’m forced to make another moves right after I stumbled on my last step. It’s funny how I forgot what I had so far, for which I was grateful. It's so funny how i thought of letting it all go just to feed an ego when I was blinded.  I asked him, I definitely asked him to love me. It’s too pathetic to be true, but its true. I questioned his feeling. I questioned his love for me. Such a stupid question cause the answer is so clear. That he is screaming his love for me not from his lips. It’s how he treated me. His attitude towards me.  He do...

[Life] What Does It Mean To Let Go?

Image
Where to begin? It feels so weird to finally hit my keyboard writing this post, to share what is on my mind. Like literally dedicating words for myself after those whole bunch of writings I’ve done for work. It startled me when I realized it’s been so long since the last time I be honest to my own feeling. And now, when everything seems like ganging up on me, I know, it’s the right time to untangle every single thought with my favorite weapon: catching up with this blog. So, how’s life, Finta? I love my life even now it’s all a mess. God's now giving me this exam that I know the answer but is really hard for me to do, even though I’ve done it many times before. I’m still not used to it every time it hits me. Yes, the answer is to let go.  But what does it mean to let go? I even googled it. At this very moment, I feel like a kindergartner to that term. It seems like a total new word that I don’t understand at all. Whether I don’t understand or I don’t want to understand because rig...

[Thought] Yeo Da Kyung, Pelakor dan Tentang Menilai Seseorang dari Masa Lalunya

Image
Walaupun terlambat, tapi aku berhasil menamatkan drama populer The World of The Married. Memang sudah beberapa waktu lalu sih, tapi ternyata keresahan yang bercokol di kepalaku nggak bisa hilang semudah itu kalau belum bisa menulis tulisan ini di blogku. Tahu kenapa aku resah? Karena karakter yang menjadi favoritku di drama itu adalah tokoh yang paling dihujat seluruh netizen yang sudah nonton. Ya, karakter favoritku adalah Yeo Da Kyung, sosok pelakor di drama itu. Aku menonton drama ini selepas hypenya selesai, jadi aku tahu benar sebelum nonton bahwa pelakornya adalah Yeo Da Kyung.  Nggak dipungkiri, awalnya aku memang jengkel sekali dengan Da Kyung. Bagaimana juga, dia pelakor. Dia merebut suami orang dan merusak rumah tangga orang lain. Aku setuju, itu salah. Sama sekali nggak bisa dibenarkan.  But thats it . Menurutku, itu adalah satu-satunya dosa Dae Kyung dalam cerita ini. Selanjutnya, sosoknya menjadi luar biasa simpatik dan manusiawi. Cerita perseli...

[Life] Cerita Tentang Corona untuk Anak dan Cucuku

Image
2 April 2020. Hari ini ada sejumlah 1.790 orang yang positif terinfeksi virus Corona. 112 di antaranya sembuh dan 170 orang lainnya meninggal. Nggak kok, aku nggak akan menulis fakta ilmiah tentang virus Corona yang sedang mengobrak-abrik seluruh dunia, termasuk Indonesia. Aku juga nggak akan mengomentari sedikit pun tentang situasi sosial, ekonomi, bahkan politik yang terdampak. Aku juga menolak untuk membahas kebijakan pemerintah dalam menangani pandemic dunia ini.  Yang akan aku tuliskan adalah kenyataan bahwa pernah ada satu titik di dalam hidupku di mana manusia di seluruh dunia terombang-ambing sedemikan rupa karena sesuatu hal yang kasat mata. Bahwa dunia sedang benar-benar krisis dalam segala aspek kehidupan. Aku yakin peristiwa ini akan dicatat sebagai sejarah dan muncul dalam pelajaran sejarah saat anak cucuku sekolah besok. Aku juga yakin suatu hari nanti aku akan menceritakan hal ini kepada anak dan cucuku, sebagaimana yang aku lakukan saat aku membombardi...

[Life] Memasak: Sebuah Terapi Psikologis

Image
Aku nggak suka masak. Se-enggak suka itu. Lebih parahnya, bahkan aku takut banget sama pisau. Aku bisa merinding banget kalau dekat pisau, jantungku berdetak lebih cepat, terkadang sampai nangis. Orang tuaku tahu mengenai ini, dan mereka nggak pernah memaksaku sekali pun untuk masak. Di rumah, bahkan kami langganan catering. Waktu KKN dulu, kalau ada saat di mana teman-temanku membantu warga di dapur, aku memilih pergi.  Selama 25 tahun, kata masak bukan suatu kata yang aku bayangkan akan ada dalam kamus hidupku. Sampai pada suatu hari aku memutuskan untuk mengalahkan diriku sendiri dan berakhir benar-benar jatuh cinta dengan kegiatan berbasis di dapur itu. Kok bisa?  Iya, semua berawal dari saat aku pergi ke psikolog. Pada saat itu, aku sedang sangat sedih dan depresi. Salah satu terapi yang disarankan oleh sang psikolog adalah suatu hal yang berkaitan dengan menulis. Aku kira melakukan terapi itu akan sangat mudah, mengingat menulis memang selalu menjadi terapik...

[Life] Hours to 26: Tentang Menjadi Dewasa

Image
1 Maret 2020. Beberapa jam lagi, aku akan mengentaskan diri dari usia 25 ke 26. Itu artinya, aku akan memasuki paruh kedua menuju dekade ketiga hidupku. Jujur, aku takut menjadi semakin tua. Ternyata, kehidupan orang dewasa itu susah sekali. Menjadi dewasa memintaku untuk lebih menyadari fisik dan tubuhku sendiri.  Sebelumnya, aku nggak begitu peduli dengan makanan apa yang masuk ke tubuhku, keharusan untuk olahraga, bahkan pentingnya minum air. Sekarang, aku tahu bahwa mungkin, dari titik ini fisikku akan berubah. Aku bahkan sudah merasakannya. Dulu aku kurus sekali, kini tubuhku membesar. Aku nggak lagi selincah dulu. Jika aku stres, maka kulitku akan muncul jerawat seberapa pun mahal skincare yang aku gunakan. Jika aku kurang tidur, maka tubuhku akan pegal seharian dan aku jadi gampang sakit. Menjadi dewasa membuatku harus bisa menghasilkan dan mampu bertanggung jawab atas uangku sendiri. Iya, aku memang masih hidup bersama bapakku. Bapakku mampu secar...

[Life] Three Weddings and A Funeral

Image
First Wedding December, 2019 I was in my happiest state since the morning I jumped out my bed and checked out my phone. As long as I remembered, that was the best notification ever. He accepted my friend request on Instagram, and he followed me back! Oh My God! I smiled from ear to ear. I jumped. I sing happily. I have never been this happy since December came by. He hated me. I don’t know why. Ever since our relationship got ruined, like 12 years ago, he refused to be my friend anymore. I send him thousands of friend requests on every social media, but he just ignored me. I went to his school, but he didn’t notice me. I watched him from a far at our local basketball game, but he was busy with his things. Years later, I found out that he was the boyfriend of my friend. I couldn’t see the sun when one day, in 2017, I found him in front of my house. We talked, finally. After long awaited years, I could hear his voice again. And I could see his eye...

[Life] Intuisee dan Mimpi dari Hati

Image
“Kamu tahu nggak sih, sebenernya mereka itu sama lho kaya kita.” Aku masih ingat saat pertama kali temanku Kiki mengutarakan keinginannya untuk membantu orang-orang tuna netra di sekeliling kita. Saat itu kami sedang makan siang di tempat Yamie favoritku. Aku hanya memandangi Kiki dengan bingung. Kiki yang sudah biasa dengan lamanya koneksi otakku pun dengan sabar sekaligus semangat 45 mulai menjelaskan kepadaku. Faktanya teman-teman yang memiliki kebutuhan khusus itu tidak berbeda dengan kita yang normal. Mereka pintar, mereka bisa menggunakan teknologi, mereka biasa menggunakan alat transportasi umum ke manapun mereka mau, mereka suka menyanyi, menari, menulis…, dan berbagai hal yang lainnya yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Ada suatu kejadian yang menurutku pribadi amat sangat berkesan. Saat itu malam hari, aku dan dua temanku yang lain, Anin dan Wulan sedang berada di Yaketunis (Yayasan Tunanetra yang bekerja sama dengan Intuisee). Fyi, banyak d...