27 December 2010

tentang pacar pacaran

gue mulai merasa relationship itu bullshit. maksudnya relationship pacaran. bukan karena gue desperate jadi jomblo ato karena gue sirik sama orang yang pada pacaran ato apalah, gue sama sekali nggak nggerus tentang jadi jomblo. gue sangat menikmati masa masa jomblo gue dan nggak ada yang salah dari itu. yah, minat gue pacaran, ibarat speedometer, gue diangka 10 KM/jam setelah sebelumnya di angka 60 KM/jam. intinya melorot drastis.

pernyataan bullshit gue itu bukan nggak berdasar. gue punya alasan kenapa bilang kaya gitu. asik sih pacaran, tapi tetep, dunia ini kan nggak ada yang gratis. buat seneng juga harus bayar pake nggerus. hehe

1. yang gue tau, pacaran seumuran gue sekarang, kebanyakan manis didepan pait dibelakang. well, nggak akan ada yang jamin kan gak bakalan putus? gini deh, orang udah nikah aja banyak yang cere gimana yang pacaran?

2. yang gue liat akhir akhir ini adalah banyak kasus yang diawal si cowo itu struggle banget buat dapetin cewe. giliran si cewe dah ditangan dan hati si cewe udah dikuasain sepenuhnya, si cowolah yang akan mutusin. oke, jadi disini artinya struggle tuh apa dong?

3. waktu yang bisa dimanfaatin buat hal yang lebih berguna, jatuhnya juga bakalan jadi buat nggerus. banyak hal yang nyesekin dan kadang itu nggak mutu. survey via twitter. si cowo gak ada kabarlah, si cowo nggak kaya dululah, si cowo pake karung lah (oke ini lebay).

4. ininih poin yang agak gimana gitu, ketika ada seseorang yang spesial buat gue, dia baik, dia ngisi hari gue, dia... ya intinya baiklah, gue nggak mau orang yang segitu berartinya buat gue akan berujung jadi 'penjahat' hati gue. gue nggak mau ada kata 'dia itu mantan gue' kalo nunjuk ke salah satu cowok yang pernah menjadi 'orang terbaik' dalam hidup. mending kalo putus baik baik, kalo putusnya gak baik ntar malah jadi 'orang paling jahat' ato kadang 'musuh besar' yang kehadirannya aja kita gak mau. ironis banget. mengingat seberapa pernah berartinya seseorang itu buat kita.

lagian survey membuktikan rasa sakit hati itu hampir selalu ada di akhir hubungan. gue nggak mau sakit hati sama orang yang pernah baik sama gue. dan gue juga gak mau jadi orang yang nyakitin hati orang lain apa lagi orang yang berarti dalam hidup gue.

5. semakin lo 'iket' seseorang itu, semakin 'intim' hubungan kalian, semakin sakitlah jatohnya kalo iketan itu sampe lepas. dan yang bisa lepas itukan yang diiket, nah kalo nggak pernah diiket kan nggak mungkin bisa lepas. nggak akan kata dilepaskan dan melepaskan yang notabene menurut gue, itu disitulah titik termenyakitkannya.

well, gue nggak muna. guepun jatuh cinta. tapi sama sekali gak ada niat di hati gue untuk pacaran. gue nggak siap melepaskan. gue nggak mau kehilangan. cukup berpikir bahwa 'oke, gue sayang sama elu dan lu ada disaat saat gue pengen lu ada' itu udah cukup buat gue.

apasih yang kurang ketika semua hal yang kalian pengen adalah orang yang kalian sayang dan dia ada? nggak ada kan?

buat gue, nggak penting sih dia gimana ke gue. cukup orang yang gue sayangin itu nggak benci gue, nggak menghindar dari gue, dan mau berteman sama gue. sukur mau jadi temen baik itu udah cukup. toh kita nggak akan pernah kehilangan teman kan??

gue pernah ada percakapan sama seorang temen gue.

temen: *curhat tentang orang yang disukain*
gue: *nanggepin*
temen: halah ternyata repot juga pacaran. banyak sakit hatinya. banyak nyakitinnya. mbok mending jomblo kemana mana. penak. bebas. ho oh to fin?
gue: ho oh
njuk kita tos sambil teriak "HIDUP JOMBLOOOO"


fin!

No comments:

Post a Comment

Hai :)
Thank you for reading. Feel free to leave me a comment ya. Anything except spam are welcome. I will definitely reply anything you write for me and visit your site too.