22 February 2011

Rokok, Perokok, dan Gue


gue nggak suka rokok. gue benci asapnya yang nusuk hidung itu terbang kemana-mana ngenain hidung-hidung orang yang gak bersalah.

gue nggak suka perokok. gue rasa mereka yang perokok adalah orang-orang yang egois. seenaknya aja mereka kebal-kebul dimana-mana seolah asap rokok itu nggak ngeganggu orang lain aja. seenaknya aja mereka ngebawa orang-orang yang nggak ngerokok itu sebagai perokok juga. well, perokok pasif itukan namanya perokok juga kan?
dan juga orang bego. nih ya, jelas-jelas dibungkusnya aja ada tulisan kerugian ngerokok yang CETHO SECETHOCETHONYA! masiiiih aja ngrokok. jal sing bodo sopo wis?

gue juga heran sama produsen-produsen rokok. bisa-bisanya mereka bikin barang yang nggak ramah lingkungan kaya gitu. bisa-bisanya mereka nggak mikir bahwa rokok itu barang yang nggak cuma ngrugiin pemakainya aja, tapi juga orang-orang disekitar si pemakai. yah, duit sih ya..

hidup gue dikielilingi oleh perokok.jadi, gue merasa sama sekali nggak asing dengan yang namanya rokok. perokok pertama di dunia yang gue kenal adalah papak gue.

gue nggak tau apakah papak gue termasuk perokok berat atau bukan, rokok apa yang biasanya di pake, dan lain sebagainya dan lain sebagainya karena pas papak gue masih jadi perokok gue masih kecil dan gak begitu peduli sih. yang gue inget, papak pasti merokok sehabis makan. pencuci mulut, katanya. pulang kerja juga beliau dulu ngerokok. ya.

yang gue suka dari papak gue adalah ketika dia ngerokok, dia pasti akan memilih tempat terbuka. ya.... minimal pintunya dibuka sih --'

gue kecil ngerasa ngerokok itu normal. walau gue tau itu nggak sehat dan mengganggu tapi ya normal. soalnya laki-laki yang gue temuin sebagian besar ngerokok. papak gue, pakdhe-pakdhe gue, om gue, temen-temen papak gue. cuma kakek-kakek aja yang nggak ngrokok. waktu gue tanya alasannya, katanya 'udah tua. dulu waktu masih muda ya ngrokok'. jadi, dimata gue rokok itu ya sahabat para lelaki. kalo ada laki ya pasti ada rokok. dan dulu waktu gue minta coba, papak gue selalu bilang 'jangan. kamu masih kecil. cewek lagi," jadi kesimpulannya, rokok itu buat cowok dan bukan buat anak kecil. oke, gue terima.

gedhean, gue mulai ngerti bahwa rokok itu musuh sejuta umat. menurut gue, temen gue SD SMP itu yang ngrokok pasti begundal begundal semua. anak-anak nakal yang seolah-olah dijidatnya ada capnya 'BAHAYA'. sama anak-anak yang mau dicap keren gitu. beeeeeeh, salah gaul sih mereka-mereka yang nganggep bahwa rokok itu pemacu kekerenan mereka. gue liat cowo ngrokok rasanya malah ilfil bukannya malah tereak 'keren'.

menjelang papak gue ultah ke-40, seluruh isi rumah gue melakukan demo "PAPAK BERHENTI MEROKOK!!". mungkin karena berasa tua, papak gue pun mulai mengurangi porsi ngerokoknya sejak 2-3 bulan sebelum ulang taunnya yang ke-40. dan Alhamdulillah sejak ultahnya yang ke-40 sampai detik ini papak gue udah ga pernah nyentuh yang namanya rokok itu.

papak gue pun yang tadinya kurus kering itu pun jadi menggendut. apalagi perutnya dah kaya teletubbies aja sekarang :B. serius eh tapi. papak gue, dulunya orang yang kekurangan berat badan. sekarang, setelah berenti ngerokok, jadi gedhe banget. drastis.

dan tentu, udara di rumah gue lebih sehat.

dari situ gue menarik kesimpulan, bahwa orang ngrokok itu bikin pencemaran udara, nggak keren, dan bikin nggak sehat. minimal nggak gendut-gendut.

so, manfaatnya apasih? kenapa sih bisa-bisanya ada rokok dan perokok? padahal ya itu dia jelas-jelas bahayanya aja udah tertulis dengan jelas di bungkusnya.

waktu deket ini gue ketemu orang yang sangat merubah pandangan gue tentang rokok. ya. saking berubahnya pandangan gue tentang rokok, gue sampe pengen nyoba. serius.

temen gue ini adalah seorang yang sangat workaholic. setiap gue ketemu dia, atau tidak ketemu diapun, dia itu selau aja sibuk. gue ngrasa orang ini adalah orang yang keren karena bisa memanfaatkan waktu dengan baik. jauh beda sama gue.

tapi sayang, dia ngerokok.

gue emang kecewa. kenapa sih orang-orang yang gue kagumi, papak gue, kakung gue, pakde gue, semua cowo yang gue suka, bahkan temen gue ini pasti terlibat sama barang satu ini. bisa nggak sih orang mengagumkan tanpa harus terlibat dengan rokok?

ya, sampe gue tau satu alasan kenapa si temen ini ngerokok. dia sedang lari dari masalah. menenangkan diri.

"rokok itu sahabat sejatiku, fin. satu-satunya yang ngerti aku kalo aku lagi ada masalah. satu-satunya yang bisa bikin perasaanku lebih tenang. aku tahu caraku salah untuk meluapkan kekesalanku lewat rokok, aku tau semua kerugiannya. ini ngerugiin diriku sendiri, makanya aku nggak mau kamu juga ngerokok seberapa stresnya kamu, seberapa beratnya masalahmu," kata temenku itu suatu hari.


ya, dari dia gue tau bahwa rokok itu bisa bikin tenang. minimal sementara. efek nikotin. but still, dia gak ngijinin aku ngrokok.

rasa penasaran gue nggak berhenti. gue jadi pengen ngrokok. gue jadi benci orang-orang yang berpidato tentang benci rokok ataupun bahaya merokok. dalam hati gue
"mereka tu nggak tau bahwa rokok itu bisa bikin hidup seseorang lebih ringan! mereka nggak ngerasain rasanya pengen lari dari masalah walo cuman sebentar! mereka nggak tau rasanya butuh sesuatu yang menenangkan!"


gue punya banyak teman perokok. dari golongan 'baik' sampe golongan yaaa lu tau sendirilah anak IPS itu kaya gimana. mergokin mereka ngrokok itu bukan hal yang susah buat gue. tapi diantara semua temen gue yang ngerokok itu, dari yang kalangan baik seperti Alf sampe kalangan begundal seperti Wsn dan Tpx, nggak ada yang ngijinin gue nyoba.

gue bahkan pernah mendapat ceramah dari Wsn dan Nwl yang sedikitpun lu nggak bakal nyangka mereka bisa berceramah ngelarang gue ngrokok.

semakin di ceramahin, gue bukannya makin sadar, gue malah makin penasaran. gue malah sebel sama mereka, kenapa mereka nyeramahin gue panjang lebar ttg nggak enaknya ngrokok dan bukannya biarin gue coba sendiri aja biar gue tahu. biar gue kapok.

sampe akhirnya liga smada XI IS lawan XI IA 1 kemaren. setelah menang 2-0, anak kelas gue pada ngumpul di cakruk gitu. gue juga gabung. disitu ada seluruh anak cowo kelas gue. ketambahan Bny, Dto, Dmr, sama Hmr. seperti dapat diduga, mereka lagi ngrokok. dan seperti dapat diduga juga, lagi-lagi gue pengen nyoba. dan seperti dapat diduga juga, nggak ada yg ngasih ke gue. bahkan ada yg ceramah.

terus, nggak tau tuh si Hmr mikir apa, dia ngasih rokok dia ke gue diiringi sorakan protes anak-anak lainnya. rokok Hmr udah ditangan gue. rugikan?

diiringi seluruh pandangan mata semua anak disana, diiringi protesan dan cegahan detik-detik terakhir oleh beberapa anak, gue pun hisep itu rokok.

gue hisep

gue sebulin

dan gue batuk

semua mata masih ngeliatin gue.

gue hisep lagi

gue sebulin lagi. kali ini lebih lancar.

dan gue batuk lagi.

yah. dan Bny pun memberi gue segelas Aqua.

dua hisap. cuma dua hisap. tapi itu akan menjadi dua hisap pertama dan terakhir dalam hidup gue. gue janji.

rasaya? rasanya bibir gue jadi manis selama beberapa lama. rasanya tenggorokan gue ada apanya gitu. dan yang jelas, rasanya gue puas. gue nggak penasaran lagi.

dan bedanya, sekarang gue nggak pernah menyalahkan rokok dan perokok. kalo Tuhan menciptakan masalah, masa nggak boleh sih manusia nyiptain sesuatu untuk membuat masalah itu seolah lebih ringan? ya.. walo pake resiko dibelakang sih..


No comments:

Post a Comment

Hai :)
Thank you for reading. Feel free to leave me a comment ya. Anything except spam are welcome. I will definitely reply anything you write for me and visit your site too.