05 September 2016

Prahara Ottogi Cheese Ramen

Beberapa waktu lalu, dalam rangka mengisi kegabutan saya menanti skripsi yang nyangkut berkepanjangan di meja dosen pembimbing saya yang maha sibuk (curhat), saya memutuskan untuk menonton drama Korea yang baru saja tamat di SBS. 

Yaps, Doctors.

Iya, drama yang Park Shin Hye sama Kim Rae Won itu lho. 

Tapi yaudah lah ya, bukan itu yang mau saya bahas di sini. Jadi sebenernya yang mau saya bahas di sini adalah cemilan saya ketika lagi nonton Doctors itu. Hahaha.

Seiring dengan merebaknya virus Korea di negara kita tercinta ini, makin macem-macem aja yang jadi didemamin. Dulu boyband, terus drama, nah sekarang makanan. Yoi, seiring makin banyak stand makanan Korea di mall-mall, sekarang makanan Korea makin hits aja. Let me mention one, Samyang. Samyang yang super pedes itu. Samyang yang demi apa pun juga nggak bakal masuk perut saya lagi saking pedesnya.

Nah karena saya nggak lagi-lagi menyentuh Samyang, maka perhatian saya pun teralih pada Ottogi Cheese Ramen. Cheese Ramen, guys! Mendengar namanya aja udah bikin saya super berbunga-bunga dan berekspektasi tinggi, mengingat saya emang die hard fan-nya keju. 


Lalu dengan alasan tersebut saya pun memboyong pulang sebungkus Ottogi Cheese Ramen yang dibandrol harga Rp 14.000,00 dari salah satu mal di kota tempat saya tinggal, Yogyakarta. Harga yang bisa saya bilang cukup mahal untuk sebuah mie instan. Tentu saja dengan harga segitu saya pun makin berharap dong ya, at least, harus seenak Indom*e yang buat saya adalah the best Indonesian invention of all time dong ya. Hahaha.

Tampak depan

Well, dari situ udah keliatan aja porsinya besar, guys.  Iya memang mie-nya gede-gede banget. Menjanjikan rasa kenyang.

 Bumbu-bumbunya

Yak bumbunya so much promising. Cheese powder..... ampun deh bikin nggak sabar buat dimakan.

Lalu saya masak lah itu mie instan Korea, nggak lupa ditambah telor ceplok biar makin spesial gitu. 
Masaknya standar aja kaya masak mie instan biasa. Nggak ada yang spesial.

Kecuali baunya.

Iya, bau kejunya menguar di udara begitu nikmatnya.

Lalu, voila! Jadi deh. 

Siap makan

Waktu jadi, saya langsung nggak sabar untuk segera menayantap. Dan inilah review saya.
1. Mienya besar-besar.
2. Kuahnya kental.
3. RASANYA ENAK!!!!

Ini saking saya lebaynya, saya makannya pakai sendok teh biar nggak habis-habis ( I swear it really happened). Kejunya kerasa enak banget. Enaaak banget. Saya merasa worth it aja gitu ini mie instan harga selangit. Duh langsung pengen beli lagi.

.

.

Tapi, yang namanya kedamaian memang tidak ditakdirkan untuk bertahan lama. Selesai saya makan (dan selesai nonton Doctors) tentunya, saya pun baru sadar itu adalah produk impor yang perlu dipertanyakan hukum halal dan haramnya, mengingat nggak ada sertifikat halal MUI di kemasannya.

Saya pun mulai browsing.

Kalau kata beberapa blog yang saya kunjungi, atau kata situs yang menyediakan penjualan mie ini, dan website resminya di Indonesia yaitu http://www.ottogicheeseramen.com/, mie ini halal dan tidak mengandung babi sama sekali. 

Lalu saya menghela napas bahagia.

Tapi kedamaian lagi-lagi tidak bersama saya lama-lama, saya lalu menemukan website ini https://koreanfoodreview.wordpress.com/2016/03/22/ottogi-cheese-ramen-ramen-keju-halalnon-halal/ . Di dalamnya, si blogger menelaah satu persatu komposisi yang tertulis dalam huruf hangeul dan menemukan kata  “돼지고기” yang dibaca dwaejigogi yang berarti babi (sudah saya translate pakai google translate).

Oke. 

Kenyataan sungguh menyakitkan. 

Batal saya repurchased mie instan super enak itu.

Masuk sudah makanan haram ke dalam tubuh saya. Untung nggak sengaja :")





Nb: Saya masih skeptis dengan semua website itu. Website resmi mengatakan halal karena mereka pihak yang menjual. Tapi website makanan korea haram tersebut juga hanya menjelaskan tentang Ottogi Cheese Ramen, tidak ada produk lain di dalamnya. Apakah ia hanya membuat web itu demi persaingan bisnis? Karena sejauh ini saya tidak menemukan blog lain yang mengatakan haram. 

Nb lagi: Jika ada yang punya pendapat atau have something to say about this, tolong beri tahu saya. Comment or email are welcome :) Thank you.



3 comments:

  1. saya juga tiap mau makan selalu concern sama label halal, mesti jaga2 soalnya kalo masuk mulut kan jadi daging, bener ga mba?

    ReplyDelete
  2. kak saya juga baca website itu. tapi pas saya cari di mie nya kok nggak ktemu -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh serius nggak ketemu? soalnya waktu saya cek itu saya udah selesai makan. wah kabar baik ini :D

      Delete

Hai :)
Thank you for reading. Feel free to leave me a comment ya. Anything except spam are welcome. I will definitely reply anything you write for me and visit your site too.