07 June 2013

Lingkaran Setan

halo. aku lagi gila dan kurang kerjaan. dan aku tau fintakaruan, setiap kali aku lagi nggak stabil, ya dulu sih, aku selalu dateng ke kamu. selalu. iya. dulu. sekarang masih nggak ada salahnya kan kalo aku dateng lagi membawa segala batu yg ngerajam perasaan ini? well, i need you to save my self. 

semua terasa salah. tapi aku nggak tau bagian mana yg salah. atau hanya aku yg sebenernya nggak mau tau ya? well yang kedua rasanya lebih benar. 

hah. semakin besar aku semakin menganggap hidup ini lingkaran. lingkaran setan. ya, bagi orang yg ga tau caranya keluar. atau ga mau tau?

aku tau caranya keluar dari lingkaran setan. tapi aku akan menyakiti atau bahkan membunuh orang lain untuk bisa keluar. dan yah, sebagai pembunuh, karena aku bukan berdarah dingin, maka aku pasti peduli. dan mati bunuh diri karena merasa bersalah. tuhkan, nggak jadi keluar dari lingkaran setan. 

terus pertanyaannya, aku harus gimana?

kenapa ya manusia nggak bisa hidup sendiri? kenapa kebahagiaan seseorang nggak bisa mandiri? aku jujur aja nggak ngerti konsep 'menggantungkan kebahagiaan pada orang lain', menurutku setiap orang harus memperjuangkan kebahagiaannya sendiri. emang kenapa gitu kalo sendiri? emang manusia selemah itu ya sampe apa-apa harus bergantung sama orang bahkan untuk urusan kebahagiaan dirinya sendiri?

mesti 'nggak menggantungkan kebahagiaan sama orang lain', tapi nurani masih ada. dan lagi lagi hal murahan yang diobral kaya sale di pasar bernama 'cinta' dibawa ke tengah. dijadikan kambing congek. hah. manusia.

kalau kebahagiaan manusia nggak harus bergantung sama orang lain, maka menyakiti dan membunuh orang lain nggak akan jadi masalah kan? dan kalo itu terjadi, semua orang bisa keluar dari lingkaran setan masing-masing kan?

tapi itu namanya hukum rimba. nggak berlaku di dunia manusia. 





sayangnya, aku masih manusia. 






yang tinggal di lingkaran setan.