16 April 2014

Tiga Bulan

sudah tiga bulan semenjak kita berpisah.
aku sudah tidak tahu bagaimana lagi harus bertahan. aku sudah tidak tahu lagi bagaimana menahan air mata ini agar tidak mengalir. aku sudah tidak bisa lagi menahan hatiku agar tidak berserakan. aku sudah tidak tahu lagi bagaimana memalsukan senyum. tolong aku.

sudah tiga bulan semenjak kita berpisah.
apa kamu merindukan aku? kalau iya mengapa kamu tidak memanggilku? katanya kamu menyayangi aku. katanya kamu mencintai aku. katanya aku lebih penting dari hidupmu. kenapa kamu tidak pernah memperjuangkan keberadaanku? aku ingin tahu bahwa aku benar benar lebih dari pada ucapanmu dan ekspresimu. 

sudah tiga bulan semenjak kita berpisah.
dan aku sudah tidak mampu lagi bermain dengan bahasa dan kata. dan aku benci diriku yang jadi mengiba. aku benci melihat diriku lemah. aku benci melepaskan harga diri. tapi aku sudah lelah berbohong. ditipu oleh diri sendiri adalah hal yang paling menyakitkan di dunia. duka dan suka. hanya berbeda satu huruf tapi tetap saja adalah dusta jika membaliknya. aku ternyata kehilangan arah. aku ternyata rapuh. aku ternyata hancur. dan kamu tetap disana diam saja.  

sudah tiga bulan semenjak kita berpisah.
bibirku bungkam tapi organ tubuhku bicara. inginnya kamu terpanggil dan datang. inginnya kita berhenti saling menyalahkan dan menyerah pada rindu. aku sungguh sungguh sudah tidak berfungsi sekarang. kepalaku sakit karena mencari jawaban yang sebenarnya aku sudah tahu apa. hatiku sakit karena memelihara benci untuk membentengi diri.  

sudah tiga bulan semenjak kita berpisah.
aku ingin kembali ke masa itu dan memperbaiki segala yang salah. meski aku masih merasa tidak bersalah, tapi tanpamu segalanya terasa salah. walalupun akan tetap begitu banyak hal yang berbeda antara kita. walalupun akan tetap banyak ego yang menjauhkan kita. walaupun akan tetap banyak luka, tangis dan kecewa, aku hanya ingin kita kembali. cukup. bisakah sampai disitu saja?

sudah tiga bulan semenjak kita berpisah.
dan dipenghujung tiga bulan ini, aku baru bisa mengakui kelemahanku. kamu.


No comments:

Post a Comment

Hai :)
Thank you for reading. Feel free to leave me a comment ya. Anything except spam are welcome. I will definitely reply anything you write for me and visit your site too.